Sunday, 23 June 2013

curhat again

Kenapa ya semenjak mama gaada sensitivitas aku makin parah.
Apa semua org yg kehilangan mama jadi sensitif gini ?
Apa akunya aja yang lebay?
Dan kenapa si nona itu tiba2 bikin aku sebel sesebel-sebelnya.
Emg gaboleh apa ya kalo org upload something di instag trus di post di twitter?!
Orang2 tuh kadang bikin sesek. Selalu betingkah nyudutin lah mencari kesalahan org lah. Dan paling sebel kalo becanda tapi aku malah balik jijik sama candaan itu.
Ya Allah kalo emang di dunia ini udah gaada yang sayang sama erika, kenapa ga ambil aja nyawa erika. Toh disini trus2an terpuruk sama kesedihan. Walaupun belum tentu masuk surga, tp erika bakal usaha abis2an biar masuk surga dan ketemu orang yang paling sayang sama erika .

Tuesday, 18 June 2013

Watching Wedding Dress

Wedding Dress itu film korea yang nyeritain anak sama ibu.
Walaupun cuma nonton ending nya aja tapi ngena banget. Langsung inget sama mama.
Ceritanya si ibu di film itu sakit, kanker. Benci aku sama kata itu.
Nah terus anaknya yang masih SD yang tadinya manja, sombong dan kurang nurut sama ibunya, berubah drastis. Dia les balet, dulunya sering bolos tapi setelah tau ibunya sakit baru dia rajin les balet.
Anak itu namanya Sora, lucu,tembem, dan polos.
..................

Tuesday, 4 June 2013

Nadya Fatira - Kata Hati

Sore senja di sudut Jogja
Terucap doa kau tau isi hati ini
Dan bila itu tak terungkapTetap ku nikmati, rasa jatuh sendiri 
Tak mampu ku ungkap segalanya
Izinkan ku renungkan
Sgala rasa…Biarkan kata hati bicara
Dan bila kita tercipta
Untuk bersama 
Biarkan kata hati yang tunjukkan
Mungkin nanti akan ku sesali 
Hari ini ku diam dan tak lakukan 
Tak mampu ku ungkap segalanya
Izinkan ku renungkanSgala rasa… 
Biarkan kata hati bicara
Dan bila kita tercipta
Untuk bersamaBiarkan kata hati yang tunjukkan 

Nadya Fatira - Kita Beda

Awalnya tak pernah terpikir
Kan jadi sepelik begini
Bertahun tlah kita jalani
Semakin sulit tuk akhiri

Mungkin aku tak bisa ikuti
Kata hatiku yang sangat mencintaimu
Maaf aku tak bisa ikuti
Keyakinanmu karna kita berbeda
Tuk apa tetap dipaksakan
Ini bukan tentang kau dan aku saja
Tuk apa tetap didebatkan
Perbedaanlah yang buat kita dewasa

Saat kita menjalani hidup masing-masing kelak
Ingat kita pernah bersama


Mungkin aku tak bisa ikuti
Kata hatiku yang sangat mencintaimu
Maaf aku tak bisa ikuti
Keyakinanmu karna kita, karna kita berbeda
Kadang ku berharap untuk
Tak pernah mengenal dirimu

Nadya Fatira - Bila

Dan waktu..Dan waktu pun terus berlalu..Menemani hari-hari kita.. Indah.. semua sempurna..
Seketika..Dia yang dulu pernah ada.. pernah ada di hatimu Kini datang membuatmu bimbang..
Namun sayangnya tlah ku jatuhkan hati..
Dan bila kau tak kunjung tetapkan rasa.Di mana hatimu beradaKan ku lepaskan kau slamanya.
Dan bila kau tak kunjung lupakan dia..Dia yang tlah membuatmu lukaKan ku ikhlaskan kau slamanya
Katakanlah semua.
Dan lagi.. ku salah menjatuhkan hati.Ku jatuhkan pad dirimu yang ada di antara aku dan dia.Namun sayangnya tlah ku jatuhkan hati.. 

Nadya Fatira - Bintang yang Meredup



Kita yang mencari
Dan pahami isi hati
Lelah di tengah jalannya
Dan hentikan cerita
Kaulah bintangku yang meredup
Perlahan terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup
Perlahan tak lagi terangi malamku
Tak ada manusia sempurna
Dapatkah kau terima
Dan engkau kan terus mencari
Pengisi kosong hati

Sunday, 26 May 2013

Dear Mom..

I want to hold you, kiss you, and hug you.I wanna be with you as before. This life is very hard without you, without your smile, without your advice.
Expect God will lend you anymore even for a second times. Forgive me if all of this against you. Always smiling mama. I do love you mam, indeed.

Wednesday, 22 May 2013

Random Feeling

Sering kali Tuhan memberikan rasa yang saya sendiri pun tak memahaminya. Sebuah kebahagiaan yang bersatu dengan kekosongan. Seperti menggenggam udara, tak pernah terlihat nyata tapi ada terasa.
Mengenang, melepas, dan melupakan. Selalu ada rasa aneh saat itu terjadi, saat bayangan nya melintas mengiringi. Entah senyuman atau air mata yang harus hadir.

Monday, 20 May 2013

Friendzone

Sedikit serasi, yaa mungkin bisa dikatakan serasi. Tapi kami memilih untuk tidak mengikat satu sama lain. Tidak juga saling menunggu. Dia hanya tengah bersahabat dengan waktu, dan saya tengah akrab dengan keadaan. Ini seru, hal aneh yang mengasyikkan mungkin. Saya merasa seperti berputar dalam lingkaran, dalam zona yang entah apa. Kadang terputus dan kadang meruncing. Tidak ada hal besar dalam zona itu, hanya sekedar hal-hal kecil yang 'berarti'.

Thursday, 16 May 2013

My Beloved Mom

26 April 2013 Tuhan mengambilnya dariku. Hari dimana takkan seorang anak pun membayangkannya. Hari dimana aku merasa tak ada suara untuk sekejap. Hari dimana semua orang melihatku dengan iba.

Mama udah berperang dengan kanker lidah nya selama 1 tahun terakhir. Sekarang tinggal aku, papa dan riki. Sakit memang melihat mama kesakitan setiap harinya. Walaupun dia gak pernah nunjukin itu didepan kita, tapi semuanya gak bisa di tutupi.
Agustus 2012 di bulan Ramadhan mama dioperasi di Santosa Hospital Bandung. Dari sana aku belajar banyak, bahwa kedewasaan akan selalu datang mendesak, memaksa dan gak peduli apa kita siap atau tidak.
Alhamdulillah operasi berjalan lancar, terus mama harus dirawat disana 3 hari. Badan mama mulai kecil, rambutnya juga rontok. Itu ternyata baru awal dari semua kesedihan yang aku alamin. Disana aku yang urus administrasi, ngomong sama dokter, calling suster setiap saat, dan pastinya nemenin mama. Dari situ aku mulai tau arti dewasa, padahal biasanya cuman bisa diem,nonton tv dirumah, main bareng temen, dan makan aja disuapin.  Duh kangen mama.
Terus sodara pada dateng gantian, tapi ada satu malem yang cuman aku sama mama. Liat mama tidur cantiiik banget, padahal lagi nahan sakit. Mungkin anestesi nya udah mulai ilang. Waktu itu cuman doa yang bisa dilakuin sambil liatin mama tidur. Selalu berharap Allah memberikan yang terbaik, memudahkan pengobatan mama. 
Sampe waktunya buat mama pulang kerumah, dia seneng banget. Dateng kerumah langsung beres-beres ruang tamu, padahal baru aja beres operasi. Terus seminggu dari situ dia check up, ternyata kanker nya ganas. Mama jadi sering ngelamun, bilang yang engga-engga. Dokter nyaranin buat radiotherapy 30x. Dan mama juga setuju.
Radiotherapy ternyata bikin kulit mama kebakar, simar yang katanya ratusan watt itu gak hanya ngancurin sel kanker mama tapi juga tubuhnya. Dari 80kg, hari itu mama cuma 50kg.
Selama 30 hari mama bolak balik garut-bandung. Bareng sama temennya (Ibu Nia kalo gak salah), mama radiotherapy. Panas emang, mama bilang. Tapi dia berusaha nahan dan pengen sembuh karna sayang banget sama aku dan riki. Dia tetep berusaha ceria di hari-hari nya. Dia masih bisa nganterin aku belanja keperluan kos, dan masih bisa manjain si riki. Sampe suatu saat mama masuk rumah sakit, kanker nya tumbuh lagi. Sekarang mama gamau dioperasi lagi, toh dengan operasi gak jamin seseorang buat sembuh. Terus keluarga ajak mama ke pengobatan alternatif, parahnya mereka bilang sel kanker mama udah menjalar ke hati. Badan mama makin kecil lagi, sekitar 45kg. Mama masih semangat, masih ihtiar dengan pengobatan alternatif, sampei pada suatu titik dimana mama cuma bisa berbaring di tempat tidur. Dia cape, pasrah katanya. Sambil senyum bilang kalo dia sayang banget sama aku. Mama bilang aku harus belajar mengikhlaskan sesuatu, karna semua akan kembali pada pencipta-Nya. Siapa yang gak nangis liat ibunya kaya gitu, mempasrahkan diri tapi tak ingin melepaskan anak-anaknya. Berulang-ulang mama bilang "kasihan anak-anak". Mama gak pernah sedih di depan aku, kalo aku nangis dia cuma senyum dan cium kening. Terus semua emang berubah jadi lebih baik. Tapi tidak dengan penyakit mama, dia menyerang terus-menerus membabad habis tubuh mama.
2 bulan sebelum mama pergi, dia tinggal di rumah kakak nya. Karna disana mama lebih bisa diperhatiin, sedangkan aku harus kuliah di bandung. Setiap minggu aku pulang, nengok mama. kadang 3 hari sekali. Cape sih, tapi ngeliat mama emang obat mujarab untuk segala lelah yang dialamin. Walaupun sakitnya nambah parah, mama tetep perhatiin aku seperti biasa. nyuruh makan, mandi, bangunin sholat, nyuruh tidur.
Sampe suatu saat dia ga respon riki. Riki nengok mama, ga biasanya dia lama-lama nengok. Ngajak ngomong mama tapi mama cuman diem aja. Sampe-sampe anak itu angis sambil sujud dibawah tempat tidur mama. Itu tanggal 25 April 2013, tepat sehari sebelum mama meninggal.
Gak ada seorang pun yang ngasih tau aku saat itu, di Bandung aku gaenak hati. Selalu ngebayangin mama, mama, dan mama. Sampe besok paginya, tepat di hari jumat, tanteku update di bbm "innalillahi wainnailaihi rojiun, semua syurga menjadi tempatmu" dengan display picture mama.  
Character

Jaman emang udah mulai edan. Sekarang sifat orang ada ribuan, belum keitung sama yang bertopeng (bermuka dua, tiga,empat, seratus, dua ratus juga mungkin). Perasaan kalo waktu kecil tuh ya, cuman ada 2 sifat orang yang aku tau, baik sama jahat.
Mungkin karna proses pendewasaan yang diberikan Tuhan, semakin kita tumbuh semakin kita ketahui banyak hal. Padahal buat paham sama diri sendiri aja susahnya minta ampun, apalagi paham sama sifat orang.
Minggu ini termasuk minggu terberat yg pernah aku alamin. Beberapa hal yang tidak pernah tersentuh, sekarang mulai tersentuh. Emang seneng ya kalo kita punya ribuan temen, apalagi yang care sma kita. Tapi untuk klop sama satu temen yg bener-bener temen, butuh proses yang rumit.
Setiap orang pasti ada titik jenuh, kaya larutan kimia. Apalagi temenan, mungkin namanya garis jenuh karna gak hanya sekali sih kalo aku.
Yaaa ceritanya sekarang tuh lagi sebel-sebelan sama sohib, tiba-tiba diem, ditanya gak jawab, disamperin lari. Gak lari juga sih, tapi ya gitu. Kaya anak kecil.
Ada satu lagi, si teteh temen kosan. Kita lagi berantem hebat (diem-dieman), gara-garanya sepele karana dia mager dan akunya lagi antusias buat beresin kamar. konyol haha
Tapi suer loh semua indah pada waktunya, ya meskipun baru baikan beberapa detik yang lalu rasanya plong banget. Suer juga setiap masalah pasti ada berkahnya. Untuk kita semua yg berteman dengan siapa pun, teman itu sebenarnya tidak harus selalu makan bareng, nonton bareng, belanja bareng, hang out bareng, belajar bareng atau apalah. Tapi dapat menyelesaikan masalah 'bareng' :)

this my new blog. i just wanna tell about my tragic condition now. about life, friend, love, parents, and my relation with God. hope every fidgety will leave me! and success will come. amiinn :)